tantangan xodiac dari awal debut
XODIAC (소디엑) adalah grup idola pria (boy group) asal Korea Selatan yang dibentuk oleh agensi One Cool Jacso (OCJ) Entertainment. Grup ini secara resmi debut pada 25 April 2023, dengan merilis singel digital berjudul "Throw A Dice".
XODIAC beranggotakan sembilan orang:Lex (leader), Hyunsik, Zayyan, Beomsoo, Gyumin, Wain, Sing, Davin, dan Leo.
Asal Anggota: Anggotanya berasal dari berbagai negara, seperti Korea Selatan, Hong Kong (Sing), dan Indonesia (Zayyan).
Keunikan: Salah satu anggota yang paling dikenal di Indonesia adalah Muhammad Rifki Fakri Zayyan, yang menjadi salah satu dari segelintir idol K-Pop asal Indonesia.
Fandom: Nama fandom atau klub penggemar XODIAC adalah X-BLISS, yang memiliki arti "masa depan XODIAC dan para penggemar akan lebih bahagia".
Warna Resmi: Grup ini memiliki warna resmi, yaitu Medium Sea Green, Pistachio, dan Spring Green
tantangan yang dihadapi oleh XODIAC sejak awal debut mereka pada 25 April 2023:
1. Menjadi grup dari agensi kecil (non-Big 3)
Salah satu tantangan terbesar bagi grup pendatang baru (nugu idol) adalah mendapatkan perhatian publik dan kesuksesan yang setara dengan grup dari agensi besar, seperti Big 3 (sekarang Big 4), yaitu HYBE, SM, JYP, dan YG. Sebagai grup di bawah JACSO Entertainment, XODIAC harus berjuang lebih keras untuk menembus industri K-pop yang sangat kompetitif dan menarik perhatian dari media dan calon penggemar.
2. Jadwal yang padat dan adaptasi fisik
Seperti halnya idol K-pop lainnya, para anggota XODIAC harus beradaptasi dengan jadwal yang sangat padat. Hal ini menuntut kondisi fisik dan mental yang prima untuk menjalani latihan, promosi, dan aktivitas lainnya.
3. Kesulitan dalam menghafal koreografi
Latihan yang intensif dan koreografi yang rumit dengan tempo cepat menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi anggota yang mungkin memiliki waktu lebih sedikit untuk menguasai gerakan yang presisi.
Namun, berdasarkan wawancara dengan Zayyan, para anggota saling membantu dan mendukung satu sama lain untuk mengatasi kesulitan ini.
4. Hambatan bahasa dan budaya
Dengan anggota dari berbagai negara, termasuk Indonesia (Zayyan), Hong Kong (Sing), dan Korea, interaksi dan komunikasi yang efektif di antara para anggota menjadi tantangan di awal.
Zayyan mengungkapkan bahwa persahabatan dengan anggota Korea semakin baik setelah setahun debut, menunjukkan bahwa adaptasi bahasa dan budaya membutuhkan proses.
5. Membangun basis penggemar
Sebagai grup baru, XODIAC harus membangun basis penggemar mereka dari nol. Mereka melakukannya dengan berbagai cara, seperti melakukan busking (pertunjukan di jalanan) untuk berinteraksi lebih dekat dengan para penggemar dan menunjukkan bakat mereka secara langsung.
Upaya ini membuahkan hasil, dengan komentar positif dan dukungan yang terus berdatangan dari penggemar. Mereka juga sempat menduduki peringkat kedua dalam peringkat mingguan Stardem untuk idol pendatang baru terfavorit.
6. Tekanan untuk beradaptasi dengan industri K-pop
Bagi anggota seperti Zayyan, yang berasal dari Indonesia, ada tekanan ekstra untuk beradaptasi dengan budaya dan industri K-pop yang memiliki standar tinggi.
Zayyan telah berbagi pengalamannya dalam beradaptasi dengan kehidupan sebagai idol K-pop setelah setahun debut.
Secara keseluruhan, XODIAC telah menunjukkan ketahanan dan kerja keras dalam menghadapi berbagai tantangan sejak debut. Dukungan dari para anggota, agensi, dan penggemar menjadi faktor kunci yang membantu mereka terus berkembang di tengah ketatnya persaingan industri K-pop.
Komentar
Posting Komentar